Wednesday, January 22, 2025
HomeBeritaLangit Bali Akan Menjadi Panggung Utama Aksi Spektakuler Akrobatik Udara di Bali...

Langit Bali Akan Menjadi Panggung Utama Aksi Spektakuler Akrobatik Udara di Bali Airshow 2024

kilasmetro.com | JAKARTA – Bali International Airshow 2024 akan digelar di South Apron General Aviation Terminal, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 18-21 September. Menampilkan berbagai inovasi berskala internasional di sektor kedirgantaraan, teknologi penerbangan, pertahanan udara, serta aviasi, Bali Airshow 2024 juga turut memamerkan berbagai static display transportasi udara. Tidak hanya static display, pada airshow yang kembali dilangsungkan setelah terkahir kali di tahun 1996 lalu, akan hadir pula flying display dari tim aerobatik kebanggaan Indonesia yaitu Jupiter Aerobatic Team dan Neptunus Aerobatic Team. Dalam acara yang berlangsung selama empat hari tersebut, akan menampilkan keterampilan dan kesenian dari para elit pilot untuk memikat para penonton dengan serangkaian pertunjukan yang memukau.

Aksi flying display dijadwalkan meramaikan Bali Airshow selama empat hari dalam penyelenggaraannya dengan durasi penampilan selama 20 menit. Di hari pertama penyelenggaraan pada 18 September 2024, pertunjukan pertama akan hadir pukul 10.30, dilanjutkan di sesi kedua pada pukul 12.30 dan selanjutnya pada pukul 15.30.  Sedangkan, pada tanggal 19-21 September 2024, akan berlangsung empat sesi flying display yang dimulai pukul 09.30, lalu sesi 2 akan berlangsung pada pukul 10.30. Selanjutnya di sesi 3 dan 4 masing-masing akan berlangsung pada pukul 12.30 dan 15.30.

Tim Aerobatik Jupiter merupakan salah satu tim aerobatik milik TNI Angkatan Udara Indonesia dalam bentuk Skuadron Khusus di bawah Skuadron Pendidikan 102, Wing Pendidikan Terbang, Lanud Adisucipto yang terbentuk sejak tahun 1996. Mereka akan memukau penonton dengan enam pesawat KT-1B Wongbee. Pesawat-pesawat ini akan tampil dengan warna merah-putih yang mencolok serta dilengkapi dengan generator asap putih, yang menampilkan manuver-manuver kompleks di langit Bali. Dengan lebar sayap 10,6 meter dan kecepatan maksimum 350 knot (648,2 km/jam), KT-1B Wongbee memungkinkan tim untuk memamerkan keterampilan aerobatik yang luar biasa, yang telah mereka asah melalui berbagai penampilan di ajang internasional, seperti Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2023 dan Singapore Airshow 2024.

Bersamaan dengan itu, Tim Aerobatik Neptunus yang merupakan tim penerbangan yang berasal dari Puspernebal (Pusat Penerbangan Angkatan Laut) TNI AL RI, akan menampilkan aksi yang juga tidak kalah menarik dengan enam pesawat ringan Bonanza G36. Dengan karakteristik pesawat yang berbeda, manuver dan formasi yang ditampilkan oleh Tim Neptunus akan berbeda dengan Tim Jupiter. Akan tetapi, mereka tetap menyuguhkan aksi yang akan memukau serta menghibur penonton. Bonanza G36, dengan lebar sayap 10,12 meter dan kecepatan maksimum 205 knot (436 km/jam), telah menjadi favorit penonton di berbagai acara, seperti Hari Ulang Tahun Penerbangan TNI Angkatan Laut 2016, Indonesia Naval Base Open Day 2017, serta Latihan Angkatan Laut Multilateral Komodo (MNEK) 2018 di Pulau Lombok, yang melibatkan partisipasi dari 25 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, “Bali International Airshow 2024 terus berkomitmen untuk membawa Indonesia menjadi yang terdepan dalam industri kedirgantaraan di kawasan. Kami sangat bangga akan menampilkan bakat luar biasa dari Tim Aerobatik Jupiter dan Neptunus di BIAS 2024. Pertunjukkan udara ini bukan hanya akan menunjukkan keterampilan dan aksi ketepatan di udara dari kedua tim tersebut, tetapi juga merupakan simbol kemampuan bangsa kita yang terus berkembang pada sektor kedirgantaraan. Dua tim kebanggaan Indonesia ini mewakili semangat inovasi dan keunggulan bangsa Indonesia, dan kami sangat antusias untuk memberi kesempatan bagi para stakeholder global menikmati pertunjukan yang akan ditampilkan oleh Tim Aerobatik Jupiter dan Neptunus di BIAS 2024.”

Selain tim aerobatik Indonesia akan hadir juga flying display F-35A Lightning II dari Australia.  F-35A Lightning II, pesawat tempur canggih yang dioperasikan oleh Royal Australian Air Force, akan tampil solo di langit Bali. Pesawat ini merupakan teknologi mutakhir dalam dunia tempur udara, dilengkapi dengan sensor canggih dan kemampuan fusi data yang memungkinkan pengumpulan dan berbagi informasi secara cepat dan efisien. Dengan kecepatan maksimum mencapai mach 1,6 (1.960 km/jam), F-35A dapat melakukan penerbangan supersonik sambil tetap mempertahankan kemampuan stealth-nya. Pesawat ini juga memiliki akselerasi yang luar biasa, kelincahan tinggi, serta mampu melakukan manuver ekstrim hingga 9G.

“Dengan dukungan dari industri penerbangan dan kedirgantaraan, baik global maupun lokal, Bali International Airshow akan mengangkat posisi Indonesia di sektor kerdigantaraan dan pertahanan global. Memanfaatkan inovasi dan keahlian para pemangku kepentingan, kami percaya bahwa pameran ini akan mengorbitkan peran Indonesia sebagai pemain kunci di tingkat global,” tambah Luhut.

Tidak hanya tim aerobatik Indonesia, terdapat sejumlah static display yang dapat dilihat oleh trade visitor selama penyelenggaraan Bali Airshow 2024. Beberapa di antaranya meliputi F16 Fighting Falcon, Sukhoi SU27, C130J Super Hercules, CASA C212, EC275 dan Embraer EMB314 Super Tucano, dan masih banyak lagi. Hal ini menandakan bahwa Bali Airshow bukan hanya tentang sebuah pertunjukan saja, tetapi juga merupakan acara penting bagi trade visitor yang terlibat dari industri penerbangan dan sektor kedirgantaraan.(ist)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments